Langsung ke konten utama

TIPS MEMILIH KAMPUS SWASTA BAGI CALON MAHASISWA BARU

Tips Memilih Kampus Swasta

Beberapa waktu yang lalu kita sempat heboh dengan maraknya kasus ijazah palsu yang menimpa kampus-kampus swasta di indonesia. Kejadian tersebut tentu membuat kepercayaan masyarakat terhadap kampus swasta semakin menurun, dan masyarakat akan lebih berhati-hati dalam memilih kampus untuk anaknya menuntut ilmu. Apalagi bagi kita yang baru berencana untuk masuk dunia perkuliahan tentu harus berhati-hati.

Felix Ferdiyanto, seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta ternama di Yogyakarta mengatakan, bila ingin memilih perguruan tinggi swasta, pilihlah kampus yang sudah mempunyai nama di masyarakat indonesia (terkenal). Dan tentunya perguuan tinggi tersebut sudah terdaftar di DIKTI, agar status kemahasiswaan kita jelas. Masalah akreditasi, ya minimal terakreditasi B, imbuhnya.

Berbeda dengan Felix Ferdiyanto, Raka Siwi seorang mahasiswa salah-satu PTS ternama di Surabaya berkata "mencari informasi mengenai kampus yang kamu tuju sangatlah penting, baik mencari informasi mengenai biaya kuliah, biaya sehari-hari, keadaan lingkungan, alumni, dan akreditasinya.

Kita harus mengetahui, kira-kira PTS mana nih yang sudah punya nama, dan ketika lulus nanti, kita mempunya link yang banyak, sehingga kesempatan kita untuk bekerja lebih tinggi dan tentunya tiak menjadi sarjana pengangguran. Selain itu akreditasi, lingkungan, dan cara dosen mengajar apakah baik atau tidak.
Intinya, calon mahasiswa haruss pintar mencari informasi, baik itu melalui internet atau tanya langsung ke mahasiswa di PTS yang bersangkutan, lebih jika kamu mendatangi langsung kampus tersebut

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekilas Mengenal Sosok Tan Malaka

Sultan Ibrahim atau yang lebih dikenal oleh khalayak ramai dengan sebutan Tan Malaka. Tan Malaka merupakan Pahlawan Nasional yang lahir di Nagari Pandan Gadang,Suliki, Sumatera Barat tanggal 2 Juni 1897, ia wafat di Kediri Jawa Timur, 21Februari 1949 pada usia 51 tahun. Semasa hidupnya ia merupakan seorang aktivis dan pejuang pergerakan kemerdekaan yang terkenal gigih memperjuangkan kemerdekaan ndonesia. Beliau merupak an seorang tokoh aktivis pejuang nasionalis Indonesia dan merupakan pemimpin komunis indonesia, serta politisi yang mendirikan Partai Murba. Pejuang yang militan, radikal dan revolusioner ini banyak melahirkan pemikiran-pemikiran yang berbobot dan berperan besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tan malaka dikenal sebagai tokoh revolusioner yang legendaris namun pemerintah ketika itu menganggap dirinya sebagai pemberontak karena tindakanya yang dianggap ingin menggulingkan pemerintahan yang berkuasa. Dia merupakan sosok yang kukuh mengkritik ter...

HAK WARIS ANAK ANGKAT, ANAK KANDUNG dan ANAK DILUAR NIKAH

HAK WARIS ANAK ANGKAT, ANAK KANDUNGdan ANAK DILUAR NIKAH Hak waris adalah hak seseorang untuk mendapatkan harta milik pewaris. Seseorang yang mendapat hak waris ini disebut ahli waris. Adapun perihal waris mewaris diatur dalam hukum waris. Hukum waris ( erfrecht ) yaitu seperangkat norma atau   aturan yang mengatur mengenai berpindahnya atau beralihnya hak dan kewajiban ( harta kekayaan ) dari orang yang   meninggaldunia ( pewaris ) kepada orang yang masih hidup ( ahli waris) yang berhak menerimanya. Ataudengan kata lain, hukum waris yaitu peraturan yang mengatur perpindahan harta kekayaan orangyang meninggal dunia kepada satu atau beberapa orang lain. Menurut Mr. A. Pitlo, hukum waris yaitu suatu rangkaian ket entuan – ketentuan, di mana, berhubung dengan meninggalnya seorang, akibat- akibatnya di dalam bidang kebendaan, diatur, yaitu: akibat dari beralihnya harta peninggalan dari seorang yang meninggal, kepada ahli waris, baik di dalam hubungannya...

Pesona Perempuan Dalam Pilkada Serentak 2015: SULITNYA PEREMPUAN MENEMBUS TANGGAK KEPEMIMPINAN DAERAH

Pesona Perempuan Dalam Pilkada Serentak 2015: SULITNYA PEREMPUAN MENEMBUS TANGGAK KEPEMIMPINAN DAERAH Oleh : Herman Rahma Wanto [1] Abstrak Partisipasi perempuan dalam dunia politik sejauh ini masih tergolong rendah. Begitu pula dalam perhelatan pilkada serentak 2015 ini kaum perempuan belum dapat berbicara banyak dimana kandidat perempuan hanya 122 orang dari 1.652 peserta, atau 7,33 persen. Dengan hasil pemilihan hanya 46 daerah yang melahirkan perempuan sebagai pemimpin dari total 528 kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih . Namun dari segi partisipasi penggunaan hak pilih patut kita presiasi dimana perempuan lebih banyak menggunakan hak pilihnya dengan selisih cukup tinggi yakni 4%. Banyak jalan terjal dan faktor yang menyertai hal itu. Salah satu faktor yang mempengaruhi partisipasi perempuan dalam politik adalah masih kentalnya budaya patriarki dalam masya rakat. Selain itu faktor yang mempengaruhi adalahkurangnya modal perempuan untuk menjadi seorang pemimpin...